Asalamu'alaikum wr wb...
Saudara,kehidupan beradab ilmu kebenaran adalah warna asli setiap negara atau daerah..
Tetapi mengapa kehidupan masyarakat selalu memiliki liang besar hambatan kemapanan dan kedamaian? Padahal tidak kurang ilmu peradaban yang telah di wahyukan oleh Allah Swt kepada sekalian umat?
Jawabannya adalah :
Banyak kesatuan kerukunan orang yang tidak beradab walau ada sedikit ilmu,yang tidak bisa menerima kehadiran orang beradab dan berilmu.
Padahal orang beradab dan berilmu itulah yang menjadi perantara peredaran mata uang dan hasil ekonomi...
Jadi,jika ingin merubah dunia ini menjadi harmoni aman sentausa,temukan kesatuan dan himpunan orang tidak beradab walau sedikit berilmu.
Lalu,hentikan langkah mereka saat akan menjarah hak dan relasi kaum beradab yang berlimu.
Anda masih belum paham apa yang saya maksud?
Baiklah ,akan saya beri gambaran besar sbb:
1 Dunia membutuhkan orang berilmu untuk merawatnya ( misal produksi elektronika,sandang,pangan ,alat kebutuhan dan rumah)
Dan dunia juga membutuhkan orang beradab untuk menggunakan benda benda milik dunia yang sudah terawat.
( Misal ,pegawai negeri,guru ,ustadz dsb )
Atas hal itu,maka dunia pasti memberikan reward atau balas jasa kepada orang beradab dan berilmu.
Pertanyaannya :
" Disaat orang beradab dan berilmu itu bekerja,dimana posisi orang tidak beradab dan tidak berlimu?
Tentu mereka tidak memiliki hasil dari balas jasa atau reward dari dunia...
Tapi jika harta reward itu , bahkan agenda kerja yang haknya orang beradab dan berilmu telah jatuh ketangan mereka..apakah bukan telah terjadi kedzaliman pelanggaran hukum? "
2 Orang hidup dalam peradaban dan kebijakan pemerintah,haruslah bekerja untuk memperoleh nafkah.
Tetapi kalau orang hidup tidak memiliki kemampuan,niat dan ijin untuk bekerja di alam beradab ,tentu mereka yang menjadi beban hidup sesama warga.
Dan ketika jumlah orang itu telah mencapai 70% dari jumlah penduduk,tentu yang beredar bukan ekonomi dan uang,tetapi proposal permohonan bantuan ,atas nama kegiatan orang beradab dan berilmu.
Biasanya saat proposal itu beredar,fitnah dan penghinaan berantai di hunjamkan kepada orang berilmu yang beradab.
- Yang salih di serukan sebagai setan
- Yang produksi seni,budaya,obat,ternak,akan di serukan sebagai preman .
Karena terus menerus proposal itu dibuat dan dicairkan ,sehingga keuangan berputar hanya dilingkungan tidak beradab ( miras,narkoba,jasa sex komersial )
Akibatnya keuangan untuk swadaya membangun bersama ,rahib.
Nah,saudara....
Dari gambaran besar yang saya tulis diatas,itulah realita yang ada di negeri,kota,dan pedesaan .
Bila semua pejabat baru telah dilantik,Insha Allah akan saya titipkan kinerja berantas setan preman yang tidak beradab
Wasalamu' alaikum wr wb
Sincerely : Gabriele Richard & The Holy Spirit.