Serombongan pelayat baru saja meninggalkan area pekuburan yang berada
di ujung desa,berdekatan dengan sungai yang memisahkan desa itu dengan desa
seberang
Saiman berpapasan dengan mereka,ia meneliti satu persatu wajah wajah
mereka.
" Ach ...semua bukan dia...aku yakin Shinta masih di pekuburan ayahnya yang baru
dikebumikan" fikirnya.Saiman bergegas akan mendatanginya
Ketika ia tiba di pinggir keranda dekat makam,ia berhenti mengawasi Sintha yang masih mengumpulkan perkakas pemakaman untuk di letakan di samping bawah keranda.
"Oh..pak Saiman...mengapa baru datang?" tanya Shinta yang masih tenang tanpa expresi duka cita.
" Eh..Shinta ..dengar dulu..tentu..dari pasar ke sini aku perlu waktu setengah jam,lagian kenapa aku baru di hubungi sejam lalu..bukannya tadi pagi saat ayahymu baru meninggal" seraya bicara ia semakin mendekati makam itu dan berjongkok.Shinta mengikuti dari belakang
" Ayah tidak meninggalkan uang untuk beli pulsa saat hembusan akhirnya..ia sangat miskin..aku putrinya juga keluar sekolah karena tidak ada biaya.." Shinta menjawab masih ada gambaran wajah sedih..ia baru berumur 14 tahun.
Kali ini Saiman yang tersedu sedu...ia membelai belai Shinta dan
berkali tangisnya mengeras saat tatapanya menyentuh wajah
Shinta..
" Maafkan ayahmu Shinta....ia bukan pemalas..kami betdua hanya kuli panggul yang bisa punya uang kalau pelanggan mempekerjakan...Tapi tak semua uang bisa jadi milik kami....tentu ayahmu selalu tidak punya banyak uang..
Hik ..hik ..huu..hhu..huaaah .." tangis Saiman mengeras
"Maaf pak,keranda ini akan kami bawa..kalau masing ingin disitu ya nggak apa.." para pengurus pemakaman berpamitan kepada orang terakhir yang mengantar jenazah..
Shinta melepaskan diri dari dekap pak Saiman dan ia melambaikan tangan seraya membuntuti keranda yang di bawa. Kepala Saiman semakin menunduk..seiring jerit hatinya ysng sungguh kelu atas nasibnya..nasib sahabatnya dan nasib Shinta...
" Maafkan ayahmu Shinta....ia bukan pemalas..kami betdua hanya kuli panggul yang bisa punya uang kalau pelanggan mempekerjakan...Tapi tak semua uang bisa jadi milik kami....tentu ayahmu selalu tidak punya banyak uang..
Hik ..hik ..huu..hhu..huaaah .." tangis Saiman mengeras
"Maaf pak,keranda ini akan kami bawa..kalau masing ingin disitu ya nggak apa.." para pengurus pemakaman berpamitan kepada orang terakhir yang mengantar jenazah..
Shinta melepaskan diri dari dekap pak Saiman dan ia melambaikan tangan seraya membuntuti keranda yang di bawa. Kepala Saiman semakin menunduk..seiring jerit hatinya ysng sungguh kelu atas nasibnya..nasib sahabatnya dan nasib Shinta...
Serombongan pelayat baru saja meninggalkan area pekuburan yang berada
di ujung desa,berdekatan dengan sungai yang memisahkan desa itu dengan desa
seberang
Saiman berpapasan dengan mereka,ia meneliti satu persatu wajah wajah
mereka.
" Ach ...semua bukan dia...aku yakin Shinta masih di pekuburan ayahnya yang baru
dikebumikan" fikirnya.Saiman bergegas akan mendatanginya
Ketika ia tiba di pinggir keranda dekat makam,ia berhenti mengawasi Sintha yang masih mengumpulkan perkakas pemakaman untuk di letakan di samping bawah keranda.
"Oh..pak Saiman...mengapa baru datang?" tanya Shinta yang masih tenang tanpa expresi duka cita.
" Eh..Shinta ..dengar dulu..tentu..dari pasar ke sini aku perlu waktu setengah jam,lagian kenapa aku baru di hubungi sejam lalu..bukannya tadi pagi saat ayahymu baru meninggal" seraya bicara ia semakin mendekati makam itu dan berjongkok.Shinta mengikuti dari belakang
" Ayah tidak meninggalkan uang untuk beli pulsa saat hembusan akhirnya..ia sangat miskin..aku putrinya juga keluar sekolah karena tidak ada biaya.." Shinta menjawab masih ada gambaran wajah sedih..ia baru berumur 14 tahun.
Kali ini Saiman yang tersedu sedu...ia membelai belai Shinta dan
berkali tangisnya mengeras saat tatapanya menyentuh wajah
Shinta..
" Maafkan ayahmu Shinta....ia bukan pemalas..kami betdua hanya kuli panggul yang bisa punya uang kalau pelanggan mempekerjakan...Tapi tak semua uang bisa jadi milik kami....tentu ayahmu selalu tidak punya banyak uang..
Hik ..hik ..huu..hhu..huaaah .." tangis Saiman mengeras
"Maaf pak,keranda ini akan kami bawa..kalau masing ingin disitu ya nggak apa.." para pengurus pemakaman berpamitan kepada orang terakhir yang mengantar jenazah..
Shinta melepaskan diri dari dekap pak Saiman dan ia melambaikan tangan seraya membuntuti keranda yang di bawa. Kepala Saiman semakin menunduk..seiring jerit hatinya yang sungguh kelu atas nasibnya..nasib sahabatnya dan nasib Shinta...
" Maafkan ayahmu Shinta....ia bukan pemalas..kami betdua hanya kuli panggul yang bisa punya uang kalau pelanggan mempekerjakan...Tapi tak semua uang bisa jadi milik kami....tentu ayahmu selalu tidak punya banyak uang..
Hik ..hik ..huu..hhu..huaaah .." tangis Saiman mengeras
"Maaf pak,keranda ini akan kami bawa..kalau masing ingin disitu ya nggak apa.." para pengurus pemakaman berpamitan kepada orang terakhir yang mengantar jenazah..
Shinta melepaskan diri dari dekap pak Saiman dan ia melambaikan tangan seraya membuntuti keranda yang di bawa. Kepala Saiman semakin menunduk..seiring jerit hatinya yang sungguh kelu atas nasibnya..nasib sahabatnya dan nasib Shinta...
DIRUMAH DUKA USAI PEMAKAMAN
Dihalamannya ,Shinta
menyalami petugas kepolisian yang tadi mengantar jenazah ayahnya
Ketika ia menyalami seorang perwira Polwan.tangannya merasa sulit dilepas sebab memang polwan itu tidak ingin melepasnnya.
"Shinta?..." ia bertanya ,Shinta mengangguk
" Sekarang hanya kamu dan adikmu yang dirumah ini?" Ppolwan itu bertanya lagi dan Shinta mengangguk lagi..
" Mari kita lihat sedang apa adikmu...." Polwan itu membimbing Shinta masuk rumahnya dan merekapun bergandengan berjalan ke sebuah kamar.
Dikamar itu bocah lelaki berbaring lemah,usianya baru dua belas tahun dan ia sedang menderita typus.
Polwan itu meraba kening dan memetiksa nadi ,sesaat ia mengangkat hp nya berbicara sedikit. Kemudian beliau berbisik pada Shinta pelan
Ketika ia menyalami seorang perwira Polwan.tangannya merasa sulit dilepas sebab memang polwan itu tidak ingin melepasnnya.
"Shinta?..." ia bertanya ,Shinta mengangguk
" Sekarang hanya kamu dan adikmu yang dirumah ini?" Ppolwan itu bertanya lagi dan Shinta mengangguk lagi..
" Mari kita lihat sedang apa adikmu...." Polwan itu membimbing Shinta masuk rumahnya dan merekapun bergandengan berjalan ke sebuah kamar.
Dikamar itu bocah lelaki berbaring lemah,usianya baru dua belas tahun dan ia sedang menderita typus.
Polwan itu meraba kening dan memetiksa nadi ,sesaat ia mengangkat hp nya berbicara sedikit. Kemudian beliau berbisik pada Shinta pelan
" Kami akan merawat adikmu di rumah sakir..kamu jaga yang baik ya nak.."
Shinta lagi lagi mengangguk..
Sesaat kemudian sebuah ambulan tiba dan hanya beberapa menit saja.Seorang perawat pria mengangkat adik Shinta untuk di bawa ke rumah sakit
Ketika tiba di ruang zal...
Shinta duduk gelisah disamping adiknya.
Ketika melewati beberapa jalan ,hampir 4 kali ia melihat rumah rumah bertanda duka
cita,bahkan keranda jenazah diletakkan di tempat mudah terlihat.Ia mencemaskan adiknya
Shinta duduk gelisah disamping adiknya.
Ketika melewati beberapa jalan ,hampir 4 kali ia melihat rumah rumah bertanda duka
cita,bahkan keranda jenazah diletakkan di tempat mudah terlihat.Ia mencemaskan adiknya
“ Jangan jangan..aku harus
merias rumahnya lagi dengan keranda adikku ? “ Begitu tanya hatinya
“ Tapi aku...ach aku sudah
sudah siap berpuisi keranda mayat
jika memang harus......seperti orang orang kota itu ..mereka dan aku tak
berdaya dan tak bisa bicara tentang
kematian..tapi tahu betapa rasanya sedih kehilangan keluarga...biar kibar bendera putih dan keranda didepan itu
sebagai puisi nyata duka kami ” Kata
hatinya mengembara saat keputus asaan di ujung nyawa
DI KANTOR POLISI
Di sebuah ruang penyidik,seseorang sedang duduk berhadapan dengan petugas.
Di sebuah ruang penyidik,seseorang sedang duduk berhadapan dengan petugas.
" Saudara Sutopo,apa yang mendorong anda sehingga berkeingiñan menembak pak Haris? bukankah ia rekanan anda pembawa narkoba yang hendak anda jual?" tanya petugas
"Bukan pak..bukan..." jawab Sutopo setengah menangis..
" Bukan..bukan..bagaimana maksudnya? Jelas pak Haris kami ketahui sedang membawa tas anda dan bersama sama menuju titik transaksi..anda melihat kami dan melarikan diri..andapun mendahului menembak pak Haris sebelum akhirnya ia kabur dan tertangkap...apa maksudnya .bukan? "..petugas
masih bertanya tanpa ekspresi murka..
"Pak..mungkin ini akhir segalanya bagi saya .Saya sadar saya akan terancam hukum mati..tapi jangan kematian saya meninggalkan fitnah bagi orang lain..apalagi pak Haris.." Sutopo memohon dengan sikapnya yang penuh sesal
"Tolong bawa kesini Saiman"
Petugas itu mengangkat hp memerintahkan pada rekannya untuk memanggil saksi kejujuran Sutopo
Ia ingin mendengar kata kata saksi sebelum mendengar Sutopo lebih jauh.
" Bapak Saiman,menutit anda apakah pak Haris bekerja sama menjual narkoba?..anda rekan terdekatnya" tanya petugas itu sopan.
" Maaf pak...saya secara jujurnya tidsk berani mengatakan iya atau tidak..sebab kami bersama sama hanya saat kerja dan kondangan..tapi..mungkin apa yang saya tahu akan saya katakan sebenar benarnya,nanti bapak yang memutuskan kebenaran kecurigaan itu" Saiman lancar kalimatnya..
"Katakan saja,nantli kami sesuaikan.." jawab petugas..
"Pertama...kami sangat miskin...
Anak anak tidak bersekolah dan sehari serba kurang..Kami tidak nemiliki simpanan apa apa..Aoa mungkin salah satu dari kami memililki pendapatan besar dari pekerjaan lain?:" Saiman mulai berkaca kaca..
" Lanjutkan.." petugas mempersilahkan bucara lagi..
" Kami berdua sangat tertekan siituasi di pasar pak..Selain selalu ada yang meminta seperempat penghasilan kami,uang kami kerap dipinjam paksa untuk membeli miras dan togel oleh anak buah dia pak..." Saiman menangis benar benar saat itu..
" Jika kalian tidak bersedia memberi uang,ancaman mereka apa?"tanya petugas itu serius
" Mereka akan memfitnah,meneriaki kami preman pasar,dan para pengguna jasa tidak di perbolehkan mempekerjakan kami..Kartu Anggauta kami akan dicabut.." Jawab Saiman
seraya mengeras sedu sedannya..
Petugas itu mengurut keningnya..mata hampir berkaca kaca haru..ia mempersilahkan Saiman bicara lanjut lagi..
"Kemarin..anak buah dia pura pura
mabuk berat..ia memerintahkan untuk membawakan tas besar kesebuah toko emas pada saya...dia bilang isinya obat jamu keliling yang dipesan pemilik toko itu.." kata Saiman
" Mengapa jadi pak Haris yang bawa?" tanya petugas itu..
"Dia tahu saya hutang cicilan pada pemilik toko itu dan saya tidak berani kesana..maksa mas Haris mengganttikan. Dan saat ia ditawari uang ia menolak..karena memang dekat sekali.." jawab Saiman..
" Baiklah...saya kira anda boleh pulang..:
Selanjutnya petugas itu memeriksa Sutopo lebih mendetail
" Oh ya..apa hubunganmu dengab pak Haris sehungga anda menembaknya?" petugas itu bertanya lagi
"Pak..isteri saya adalah mantan isteri pak Haris..Ia saya paksa menikah dengan saya beberapa tahun silam" jawab Sutopo
"Lho..koq mau..? kamu ancam bagaimana?" tanya petugas itu lagi..
"Saya mengancam akan meneror sampai mati..Karena ia tidak mrnghendaki penderitaan anak anaknya,maka ia meninggalkan Haris untuk nikah siri.." jawab Sutopo dan tiba tiba "braaakk!!" tamparan pelahan disertai hantaman kepalan ke meja oleh petugas itu masih disertai hardikan pada Sutopo
" Binatang kamu!!! Sekarang isteri pak Haris dimana??!! ( braakk!!)"
kali ini pertanyaan itu disertai tendangan keras tepat di kursi tempat
duduk Sutopo hingga ia terjerembab.
" Auugh..hu..hu..dia telah meninggal tertembak ansk buah bapak dua hari lalu.." jawabnya di sela keluh kesakitan..
"Kamu mengada ada..( plaakk!!) " kalimat itu disertai ancaman tamparan keras
" Sungguh pak..sungguh." jawab Sutopo seraya menghindari tamparan berikutnya..
" Jelaskaaaaaan...huewh!! " petugas itu gusar...
"Tadi saya melirik surat kabar itu yang dimeja..ada wanita mentranswer yang untuk melunasi narkoba,ia lari saat akan di tangkap..sehingga ia ditembak..ampun..bukan keinginan saya pak.." gemetaran Sutopo saat menjelaskan.
Petugas itu membuka koran di mejanya
Sutopo meneruskan bicara
" Sebulan lalu..ia saya buatkan kartu ATM sedianya untuk saya isi saldonya agar mudah belanja..ia saya buatkan kafe seafood..Jadi isi saldonya kira kira 200 juta pak.."
Petugaas itu menelphone..dan segera bucara..
" Sebulan lalu..ia saya buatkan kartu ATM sedianya untuk saya isi saldonya agar mudah belanja..ia saya buatkan kafe seafood..Jadi isi saldonya kira kira 200 juta pak.."
Petugaas itu menelphone..dan segera bucara..
" Ia kena tipu Sahrul yang kamu antari barang haram itu..." kalimatnya tenang..Sutopoc menelungkup dan tersedu
"Isteri haris lari dari rumahmu bersama tetangga yang memberikan tumpangan di Surabaya,ia orang sana.
Di perjalanan ia mengambil uang di kotak pengambilan ATM,temannya ditoko sebelahnya mengawasj..tiba tjba ada orang bertiga masuk kotak itu satu..Yang dua menanti diluar..tapi,yang didalam mengatakan bahwa ia sulit mentranswer uang jadi ia minta tolong agar saldo isteri pak Haris di gunakan mentranswer ..Jumlahnya 175 000 000 juta..dan orang itu menepati janjinya,Isteri saya diberi tambahan uang sejumlah itu lebih dari sejuta..." petugas memang yang telah menginterograsi Sahrul,jadi dapat menerangkan.
Sementara diluar keributan tak terbendung.
Bahkan hampir seluruh petugas polisi dikejar dan diancam maut oleh
massa yang murka.
Sementara di sebuah zal rumah sakit,Shinta yang berada disisi ranjang
adiknya,harus rela melihat penolongnya disekap empat orang dan roboh oleh
tikaman pisau
Shinta menjerit keras dan hampir tak sadarkan diri di sisi adik dan dua
perawat yang lebih dahulu pingsan
Shinta menubruk sesosok tubuh seorang anggauta polwan yang terjatuh bersimbah darah,..
Polwan itu sejenak masih mampu menatap Shinta dan sepertinya hendak berkata kata,tapi berat,beberapa detik ia menghembuskan nafas akhirnya...
Shinta berteriak sekeras kerasnya memanggil penolong...tapi tak ada yang datang ..
Sebab para perawat sudah berlarian ketakutan tertikam preman kalap yang sudah menyerbu hingga mengacak acak seluruh zal mencari anggauta polisi yang sedang didendaminya..
Shinta kemudian menjerit dan menangis sejadi jadinya...Ya,..hal yang tak pernah terjadi padanya sejak ia kanak kanak sekali..
Kepedihan dan kegetiran hidupnya selalu di temani penasihatan sang ayah yang mengatakan ,orang harus tidak boleh lemah dan menangis untuk hal hal yang sementara..
kata ayahnya ,jajan bahan pengawetnya akan membahayakan tubuh,sekalipun ujudnya sangat membuat hati ingin...Mainan ,..akan mudah membuat orang bosan dan tak tahu harus mencari mainan apa lagi..
Cemooh dan hujatan orang tak harus digubris sebab yang capai adalah mulut pengoloknya sendiri dan ia akan menanggung dosa...
Tapi..ketika Shinta menghadapi figur yang selalu tersenyum saat berkorban waktu,uang dan tenaga untuknya....
Figur yang selalu mengajarkan kebajikan kepada rekanannya.
Shinta tak kuasa menahan kepedihan histerisnya..ketegarannya runtuh...
Rio,sang adik yang sedang berbaring lemah dengan infus menancap lengannya,matanya hanya berkaca kaca dan semakin deras air mata menetes...sesekali ada sedu sedannya..
Mereka menjadi yatim piatu kedua kalinya setelah hanya beberapa jam lalu masih p[unya orang tua baru...
Sepuluh menit kemudian letusan letusan senjata terdengar dan terikan beberapa suara terdengar memekakkan..Shinta semakin erat memeluk jazad polwan itu,ia tidak ketakutan tertikam ..tetapi takut wanita itu akan dilukai lagi..
Sepuluh menit berikutynya hening..
Tiba tiba saja suara sepatu berjalanscepat dan banyak,menuju zal itu...seorang dibaringkan dengan ;luka tembak di kaki...umurnya baru tujuhbelas tahun..tubuhnya bertato dan rambutnya kumal...
Selanjutnya zal zal menjadi penuh para pasian korban tembak polis dan angguata khusu Marinir yang turut bergabung mengamankan para rekan polisi..
Semua korban tembakan bertato..Dan di kamar mayat,tujuh orang tergeletak tak bernafas...ada yang gadis dan ada yang pria dewasa...
Seorang berbaju doreng hijau membimbing Shinta menuju keruangan didepan kamar untuk menantu jenasah yang akan dibaringkan di sebuah peti,..Seorang lagi membelai belai kepala Rio seraya berbisik entah apa yang dibisikkan..
Kemudian Shina masuk ke zal menemui adiknya dan jenazah polwan itu sudah di baringkan di sebuah peti jenazah,untuk dibawa menuju ruang persiapan pemakaman..Shinta memeluk terakhir dan iapun jatuh pingsan
DUA BELAS TAHUN KEMUDIAN...
Beberapa anggauta polisi wanita sedang berkerumun meneliti beberapa Handphone yang terpajang disebuah etalase,,acara di gedung itu adalah grand opening distribuor sebuah produk handphone..
" Aplikasi di HP terbaru ini,akan mampu mensensor suara tertentu dari jarak limabelas meter.." kata seorang remaja yang berbusana rapih...
" Apakah dipasarkan untuk umum?" tanya seorang polisi wanita yang tidak canggung terhadap yang ditanya..
" Tentu tidak....kami engaja hanya mengundang angguta polis dan tentara untuk acar ini." jawab pria itu...
" Lalu,...apakah nanti HP ini hanya akan menjadi milik anggauta saja?" tanya polisi wanita itu
" Tidak.....HP ini akan dipasarkan untuk umum,hany aplikasi yang diinstal disini,khusu untuk anggauta polisi dan tentara yang membeli.." jawab pria itu..
Polis wanita itu memandang teman temannya yang sedang berfikir keras dengan bahan fikiran masing masing.
" Tertarik? tanya polisi wanita itu kepada yang lainnya..
Semua mengangguk ambil mengangkat like ibu jari...
" Eh...Rio kan.nama kamu?Tolong kirimkan beberapa HP ini duapuluh empat unit,ke kantor kami besok..kami sepakat transaksi disini.." kata polisi wanita itu
Rio tersenuyum dan ia menyiapkan HP itu,semntara seluruh polwan itu mengeluarkan hand phone masing maing utnuk mentranswer kepada kasir distributor itu
" Rachel...kalau kak Shinta sudah lepas dinas,suruh cepat ke sini...HP dia tertinggal tadi,pagi pagi sekali sudah singgah dan memesan hampir limapuluh buah untuk teman temannya di mess marinir..." seru Rio ketika para polwan itu senang berjalan meninggalkan ruang itu
Salah satu polwan itu mengangkat ibu jari sambil tersenyum,ialah Rachel,polwan yang bertubuh jangkung dan lebar,tapi feminin
* * * * * * * * *
Sebuah simpang tiga,Shinta mengawasi beberapa polwan mengatur lalu lintas...ia yang memimpin..Sesekali ia meraba handphone terbarunya dan memastikan masih di sakunya.
Tiba tiba ada sebuah mobil pickup membawa muatan berhenti disebuah toko obat.Maka Shina menganbil handphone dan menekan tombol aplikasi yang bergambar manusia.
Artinya,hanya manusia saja yang dapat tertangkap suaranya dan akan bisa didengar lugas setiap patah katanya.
Selanjutnya ia menekan tombol bergambar lingkaran dan bersimbol angka derajat.Maka dapat dipastikan hanya koordinat yang ditekan saja yang dapat ditangkap
" Benda ini seharuisnya bukan dialamat ini pengirimannya.." kata seorang dari mereka seraya membaca sebuah tulisan di kertas nota
" Siapa bilang,..toko ini kan tangan kanan bos yang dialamat itu ..Aku hapal bro..." jawab yang satunya.
" Jadi kamu menerima perintah untuk mengalihkan kiriman itu kesini" tanya yang pertama
" Yes...!! betul sekali...ayo angkat.." sahut yang satunya dan mereka sibuk menurunkan muatan
Sebuah sentuhan di Hp itu oleh Shinta ,membuat percakapan itu telah disimpan di memory card HPnya..Kemudian Shinta menghubungi beberapa rekannya untuk memeriksa dan memastikan apa yang dikirim oleh orang orang itu...
Anita membawa seeokr anjing besar dan ia pura pura tergopoh gopoh menemui kasir toko obat itu..
" Kak..Tony kemana? Saya sudah menunggu di mobil sejak tadi,koq nggak keluar..." tanya Anita pura pura
" Tony yang mana,? disini tidak ada yang bernama Tony...?" jawab kasir itu tanpa menyadari bahwa anjing yang dibawa Anita adalah jenis pelacak..tiba tibaanjing itu menggonggong keras dan menerkam sebuah kardus besar yang sedang dibawa oleh pengirimnya kemarin...Saat itu juga Anita menodongkan senjata api kepada kedua pria itu dan sesaat kemudian Shinta segera datang mengunci kedua tangan pria itu dengan pengikat.
Dan pada saat yang hampir bersamaan,rekan rekan Shinta membongkar kardus kardus besar itu yang ternyata berisi ganja kering
" Dari mana barang ini?" tanya Shinta kepada salah seorang dari mereka yang pucat pasi
" Anu ..bu..e..dari a a nu .....dari Surabaya....." akhirnya ia bisa menyebut kota asal ganja itu..
Shinta dan Anita menyentuh ganja ganja itu seraya menggelengkan kepala
" Aneh...ganja dari Surabaya....biasanya dari luar ke Surabaya..." kata Anita pada Shinta
"Ach..kita fikirkan nanti..bawa saja dua orang ini dan barang bukti..saya mengurus yang di toko ini.." kata Shinta
"Siap!" jawab Anita dan ia memberi isyaraat kepada anjingnya untuk mengikuti dan anak buahnya membawa kardus kardus itu kedalam mobilpickup,ia mengemudiakn hingga ke markas nya
"Siap!" jawab Anita dan ia memberi isyaraat kepada anjingnya untuk mengikuti dan anak buahnya membawa kardus kardus itu kedalam mobilpickup,ia mengemudiakn hingga ke markas nya
* * * * *
Pak Hanif,mulutnya berkomat kamit,semntara tangannya diarahkan kedepan seperti vampir..
Lama ia melakukan hal itu,ia tidak sadar bahwa sejak tadi pak Utoyo sedang mengawasi,ia menahan tertawa terpingkal
" Sudah manteranya?" tanya pak Utoyo tiba tiba dan pak Hanif terlihat sangat terkejut
' Aduh biyung...!! bapak bikin kaget saja...." ia berhenti bertingkah tadi
" Biar baca mantera sepuluh ribu kali sehari,bapak tidak akan dapat menemukan pencuri barang barang kantor yang hilang rahib satu persatu..." kata pak Utoyo seraya mendekati pak Hanif
" Iya lho pak..sudah dua jam saya merapal manteranya mbah Karto,dukun didesa saya..kpq nggak mempan gitu lho...nggak ada bayangan yang nunjukan orang atau dimana barang kantor yang hilang itu..." kata pak Hanif kecewa
" Ya tentu..bapak bukan Rasul...wis gini aja pak....jangan ke duduk dukun lagi..itu musyrik..lebih baik,berani atau tidak berani ,kita lapor polisi saja...jangan takut di tuduh..kalau kita benar,tentu ada yang membela" kata pak Utoyo tegas tegas
" Lapor ya lapor pak..tapi saya heran,setiap bulan koq ada saja...komputer,...dompet isi uang dan surat sura...barang milik tamu yang dititipkan...haduuuhhh pusing saya pak" kata pak Hanif memelas
" Kunci kantornya kan sama pak Arjo..ya kita arahkan fikiran itu kesana" jawab Pak Utoyo agak nalar
" Tapi saya nggak berani nanya,soalnya pak Arjo orangnya alim pak...dia tidak pernah neko neko kalau kerja...dan baiasanya...oh ya!!! saya ingat......." kata pak Hanif tiba tiba
" Ingat apa pak?" tanya pak Utoyo penasaran
"Bu..bangun..
Pingsan jangan kelamaan..." pak Arjo mencoba membuat siuman pemilik warung yang pingsan
Pingsan jangan kelamaan..." pak Arjo mencoba membuat siuman pemilik warung yang pingsan
" Saya bilang apa..pasti penitipan kunci kantor akan bermasalah,pak Arjo..bagaimana pertanggung jawabannya?" tanya pak Utoyo
" Lah..nanti dulu pak..orang lain yang mindah tv ..masa iya sih , saya yang menanggung jawaban ..eh maksudnya..saya yang tanggung jawab?" pak Arjo bingung
" Lah..nanti dulu pak..orang lain yang mindah tv ..masa iya sih , saya yang menanggung jawaban ..eh maksudnya..saya yang tanggung jawab?" pak Arjo bingung
"Ya jelas,pak..Kunci kantornya buat masuk maling ,apa malingnya pinjam dari kami?" jawab pak Utoyo
" Masya Allah..galak betul..he..he..he..
Begini pak,bapak tanya kepada malingnya saja.jangan tanya pada saya...aneh... nah..!! Hayo ngaku pak..malingnya teman bapak?" pak Arjo balik menuduh..
Begini pak,bapak tanya kepada malingnya saja.jangan tanya pada saya...aneh... nah..!! Hayo ngaku pak..malingnya teman bapak?" pak Arjo balik menuduh..
"Wis..cukup eyel eyelannya...tunggu yang pingsan sadar..nanti jelas" pak Arif menengahi
Seperempat jam kemudian pemilik warung sadar,pak Arjo memapah kesebuah kursi.Ia juga mengambilkan segelas air putih.
" Enak bu, pingsannya? Eh,mimpi ketemu saya nggak?" pak Arjo becanda sambil memberi minum..
"Pak Arjo oooo..jangan ngeledek orang kena musibah.." tegur pak Aris,pak Arjo hanya ketawa kecil..
"Jadi..itu memang tv kantor? maaf..saya kurang teliti sewaktu saya membeli.." kata pemilik warung itu setelah ia tenang..
" Betul bu..kenapa ibu sampai pingsan pingsan segala?..memang tv yang diligat itu mirip hantu? Oh ya..dari siapa ibu beli?" tanya pak Utoyo
Wanita pemilik warung itu menghela nafas
" Habisnya saya takut dipolisikan.." jawabnya kemudian
" Habisnya saya takut dipolisikan.." jawabnya kemudian
"Nggak bu..kami tidak cepat menyimpulkan soal...nah, dari siapa ibu beli?" tanya pak Aris
"Dari pedagang alat sekolah dan alat musik dan elektronik keliling yang suka mampir ke sini..dia dagang ke kantor bapak kan?" jawab pedagang nasi itu seraya bertanya
"Aduuuh cilaka itu orang..kalau datang sopan sekali...kalau ngomong mirip santri..koq malah maliiiing " pak Aris mengeluh..
" Dia bilang,ada sisa barang yang malas di bawa pulang..jadi saya beli saja. Soalnya dia bilang jualannya ada baru dan bekas..ya saya percaya..." kata pemilik warung itu terlihat sesalnya
" Memang..beberapa kali nawarkan organ baru dan bekas..saya pernah beli satu yang baru...tapi ,daraimana dia dapat kunci masuk?" kata pak Arjo penasaran..
" Begini saja pak..saya hubungi kemenakan angkat saya,biar dia yang mencari..soalnya orang seperti itu nekad ngeyel sampai meja hijau..
Nanti bisa bisa saya di tuduh dia jadi pelaku. Sebab nggak ada saksi peristiwa jual belinya" kata pemilik warung itu.
Nanti bisa bisa saya di tuduh dia jadi pelaku. Sebab nggak ada saksi peristiwa jual belinya" kata pemilik warung itu.
"Oh..gitu ya? Wis sakersa njenengan saja..yang penting ketangkap" kata pak Utoyo
Pemilik warung itu menekan beberapa nomor dan sesaat sudah bicara di hp nya
" Shinta..? Kebetulan nak...bibi ada perlu...bisa datang nggak? "
Sepertinya ada jawaban yang diharapkan dan ua menutup hp
" Keponakan sampeyan cantik ya? he..he..he..keponakan saya juga cantik..." pak Arjo becanda
"Pak Arjo..cantik itu relatif.Mungkin keponakanmu cantik;tapi menurut keponakan saya belum tentu..." pak Utoyo meledek..
" Lho koq pelecehan..kemarin keponakanku baru di lamar direktur tabloid artis lho....masa iya anaknya nggak cantik? " pak Arjo pura pura penasaran
" La iyaaa..bagi keponakanku belum tentu cantik..tapi..cantiiik sekali
.he..he..he.." jawab pak Utoyo agak grogi dikira pak Arjo marah sungguhan.
.he..he..he.." jawab pak Utoyo agak grogi dikira pak Arjo marah sungguhan.
" He...he..he..pak Utoyo aneh..bagaimana bisa bilang cantik?..wong saya nggak punya keponakan..tadi saya kan cuma ngeledek.." kata pak Arjo ngakak
" Kamprerertt!!!" seru pak Utoyo..
Tiba tiba sebuah mobil menepi dan Shinta keluar dari dalamnya bergegas memeluk bibinya.
"Lama sekali kamu dan Rio tidak kemari...mana Rio? " tanya pedagang nasi itu..
"Sibuk, bi...oom Firdaus sering datang?" tanya Shinta menanyakan ayah angkatnya yang kakak dari wanita itu..
"Sibuk, bi...oom Firdaus sering datang?" tanya Shinta menanyakan ayah angkatnya yang kakak dari wanita itu..
"Jarang.."
Setelah basa basi pedagang nasi itu bercerita masalahnya.
Setelah basa basi pedagang nasi itu bercerita masalahnya.
Shinta mendengarkan seksama,kemudian ia berkomentar
" Memang hal orang yang belagak alim dan mampu bersikap polos dan ramah tapi pada akhirnya terungkap kejahatannya adalah sudah dipersiapkan oleh pengasuh geng pengguna dan pengedar narkoba.
Mereka yang sadis ,anti agama dan anti sosial akan diberi pendidikan kepribadian agar bisa menyelundup kegolongan penting" ujar Shinta
Mereka yang sadis ,anti agama dan anti sosial akan diberi pendidikan kepribadian agar bisa menyelundup kegolongan penting" ujar Shinta
" Jadi..kaum narkoba juga ada penasihatnya?" tanya pak Arjo..
" Tidak semua ..tetapi para gembong teroris dan gerakan separatis, akan merekrut anggauta dari para pegiat narkoba,..Saat ini mungkin sedang berusaha menjatuhkan para abdi negara agar dapat dirombak menjadi struktur baru,nantinya anggauta mereka akan di selundupkan.Nah.berhasil misi separatisnya" Shinta memberi penjelasan gamblang..
Tiba tiba;pak Utoyo terkulai lemas..
" Gusti..mudah mudahan saya di ampuni.."ratapnya
" Gusti..mudah mudahan saya di ampuni.."ratapnya
"Ada apa pak?" tanya pak Arjo dan pak Aris serentak
" Ooh nggak..." jawab pak Utoyo gugup.
"Maaf non Shinta,apa memang dalam pendidikan polisi,ada kuliah perang? Saya jadi ingin anak anak saya jadi polisi semua..biar bisa perang..he..he..he.." tanya pak Arjo kocak .
" Hal penggunaan senjata dan penggunaan fasilitas hampir sama. Tapi hal pendidikan intelejen agak berbeda..
Saya memperoleh pengetahuan tadi dari relasi saya di FBI ..ia spesialis penanggulangan kejahatan massa.." jawab Shinta...
Saya memperoleh pengetahuan tadi dari relasi saya di FBI ..ia spesialis penanggulangan kejahatan massa.." jawab Shinta...
" Halaaah..ganteng ya? Keponakan saya juga ganteng.." pak Arjo kumat becandanya..
" Pak Arjooooo...ini lagi serius..." tegur pak Aris..
"Saya kira ..bapak sudah bisa ceriterakan alasan nitip kunci kepada bibi saya.." Shinta memulai penyelidikannya..ia menanyai pak Arjo
" Nggak papa bu..saya akan bicara sesungguhnya..." pak Arjo tenang mematuhi..dan ia memandangi sekeliling
"Lanjutkan pak " kata pak Aris membantu Shinta
" Saya tahu..ibu ini sudah di sini puluhan tahun..dan dulu sebelum saya juga suka menitip kesini..Dan pas saya di SMS mendadak untuk membantu putrinya pak RT ngambil barang pindahan. Saya titip kunci supaya kalau saya telat balik..kunci di serahkan oleh ibu ini.." pak Arjo menjawab polos
" Siapa putri pak RT..cantik ya? Keponakan saya juga cantiiik.."
Pak Aris dan pemilik warung itu serempak menirukan pak Arjo..
Mereka berbahak bahak melihat reaksi konyol wajah pak Arjo
Pak Aris dan pemilik warung itu serempak menirukan pak Arjo..
Mereka berbahak bahak melihat reaksi konyol wajah pak Arjo
" Nah..pak Arjo memang agak lengah,seharusnya kalau jam kerja,jangan melayani selain kantor..tapi mengingat pak RT di sini yang butuh bantuan,hukum bisa mentoleransi.Walau bagaimanapun kerjasama lingkungan diperlukan.Nah,bibi bagaimana penjelasannya..?" Shinta bertanya
"Sungguh..bibi amanah.Setiap kali ketitipan yang penting,bibi simpan di almari kamar bibi..koq sepertinya di pastikan malingnya pakai kunci..?" pemilik warung itu menjelaskan..
" Saya yang salah bu..saya yang pertama menerima dia di kantor.." kata pak Utoyo pasrah..
" Oooh ,jadi tadi nglokro karena hal itu?" pak Arjo manggut manggut
"Siapapun akan sulit menolak orang seprerti itu pak,kami maklum..Nah .baiklah ,......sebaiknya kita pancing dia datang ke sini,nanti kita kurung untuk diinterograsi."
"Shinta...jangan karena bibi ada dalam kasus ini.kamu tidak mengunggah dalam laporan resmi..bibi ikhlas koq jika tetap di salahkan" pemilik warung nasi itu berkata lembut.
" Bibi..menurut rekanku di FBI,saya pernah dibriefing hal demikian...
- Hukum tanah air adalah tanggung jawab bersama..
- Jika ada pihak yang menodai kepercayaan negara pada masyarakat,maka penuntut dan penyidik adalah negara serta masyarakat masyarakat Maka saya libatkan bibi untuk andil menjebak pelaku..ya kan bapak bapak?"
Shinta menutup pertemuan ittu setelah seluruh yang ditempat itu sepakat.
- Hukum tanah air adalah tanggung jawab bersama..
- Jika ada pihak yang menodai kepercayaan negara pada masyarakat,maka penuntut dan penyidik adalah negara serta masyarakat masyarakat Maka saya libatkan bibi untuk andil menjebak pelaku..ya kan bapak bapak?"
Shinta menutup pertemuan ittu setelah seluruh yang ditempat itu sepakat.
SENJA HARI
Rio berkemas hendak bepergian kesebuah kota
"Mba bener nggak ikut?" Rio bertanya pada Shinta
" Nggak.." jawabnya singkat.
"Mba bener nggak ikut?" Rio bertanya pada Shinta
" Nggak.." jawabnya singkat.
" Rumah oom Firdaus hanya 20 km mbak,masa iya nggak sempat sama sekali?" tanya Rio ptotes.
" Mba kan sedang mengurus bibi Hesti..? Sama saja mbak besukan ke oom Firdaus kan?.."" Shinta menjawab tak bersalah.
Rio mengangguk dan memandangi foto ayah bundanya yang terpajang besar
"Hidup kita seperti mimpi ya mbak...dulu,saat kita butuh kecukupan,malah ayah ibu mengurangi lebih banyak..mereka meninggal..
Saat kecukupan itu bersama kita,Tuhan menambahkan lagi...kita punya oom Firdaus sebagai ayah...isterinya sebagai ibu." Rio tersenyum bertutur
"Hidup kita seperti mimpi ya mbak...dulu,saat kita butuh kecukupan,malah ayah ibu mengurangi lebih banyak..mereka meninggal..
Saat kecukupan itu bersama kita,Tuhan menambahkan lagi...kita punya oom Firdaus sebagai ayah...isterinya sebagai ibu." Rio tersenyum bertutur
" Ya.itu adalah sebuah mimpi indah Rio...dan kita harus bisa menerima apakah itu mimpi ataupun nyata di alam dunia ini.." Shinta menambahkan.
" Tuhan memang adil..dan Maha Adil..
Seandainya aku dan mba Shinta yang dipanggil Tuhan waktu itu,belum tentu kita akan dipersatukan lagi..sebab ayah ibu tidak sempat mengaji...tentu akan lupa mendoakan kita.." Rio berkata semakin lirih
Seandainya aku dan mba Shinta yang dipanggil Tuhan waktu itu,belum tentu kita akan dipersatukan lagi..sebab ayah ibu tidak sempat mengaji...tentu akan lupa mendoakan kita.." Rio berkata semakin lirih
" Mungkin....ach,hanya saja kita harus semakin ingat bersyukur,juga tidak melepas jiwa kita yang tetao saja anak anak pak Haris yang miskin dan terbuli kejahatan..." Shinta mengingatkan
" Supaya kita dapat menerima siapapun yang lemah dan kekurangan sebagai teman? " Rio ingin meyakinkan
Shinta mengangguk lembut,hatinya yang terdalam mengembara dalam kehampaan getir.
Sebuah rumah kecil terletak disamping pekarangab agak luas.
Pagi hari beberapa lpria dewasa sedang memandikan ayam sabung masing.
Sebagian lagi sedang menerbangkan merpati dan memanggilnya lagi dengan merpati pasangannya.
Tak lama kemudian mereka membentuk lingkaran kecil dan bergantian mengadu ayamnya.
Sebagian lagi sedang menerbangkan merpati dan memanggilnya lagi dengan merpati pasangannya.
Tak lama kemudian mereka membentuk lingkaran kecil dan bergantian mengadu ayamnya.
Dikampung itu,hal semacam itu sepertinya hal yang lumrah.
Hanya saja pandangan sinis dari pejalan kaki dan pengendara motor dari tetangga kampung,semakin menyirat cemooh dan kebencian,saat mereka melintas di jalan kecil sampingnya lagi.
Hanya saja pandangan sinis dari pejalan kaki dan pengendara motor dari tetangga kampung,semakin menyirat cemooh dan kebencian,saat mereka melintas di jalan kecil sampingnya lagi.
Jupri keluar dari rumahnya seraya menenteng seekor ayam sabung.
Beberapa langkah ia undur lagi untuk melepas kopiah dan sarung bekas sholat bareng tetamunya yang sudah pulang barusan .Ia kelupaan dilepas tadi.Lalu ia mencantelkan kopiah dan sarungnya di belakang pintu rumahnya yang tepat disamping pekarangan itu.
Beberapa langkah ia undur lagi untuk melepas kopiah dan sarung bekas sholat bareng tetamunya yang sudah pulang barusan .Ia kelupaan dilepas tadi.Lalu ia mencantelkan kopiah dan sarungnya di belakang pintu rumahnya yang tepat disamping pekarangan itu.
Kebiasaan Jupri belagak muslim,sangat terlatih dengan baik kepura puraannya.
"Nggak jualan kang" tanya Jikun yang menyambut ayamnya untuk di timang dan dibelai saat Jupri datang ikut membuat lingkaran sabung ayam itu
" Nggak,lagi malas...tanggal segini biasanya sepi pembeli..." jawab Jupri
"Tapi obyekan sampingannya kan tidak sepi?" kata Jikun setengah bertanya.
Jupri belagak bego mendengar kalimat itu,lalu ia garuk garuk kepala,hingga keduanya ngakak keras
Jupri belagak bego mendengar kalimat itu,lalu ia garuk garuk kepala,hingga keduanya ngakak keras
"Eh..ada kerjaan nih...aku perlu bantuan kalian.." Jupri kemudian berbisik bisik kepada Jikun dan Jikun meneruskan berbisik kelainnya...mereka manggut manggut dan kembali menyabung ayam setelah tadi terhenti sejenak hingga agak siangan,setelahnya mereka bubar
Lebih siang harinya lagi,Jupri berdua mengendara sepeda motor .Yang lain menggunakan mobil sewa.
Mereka berhenti di sebelah tugu kota.Setelah berbagi isyarat merereka berpencar salah satunya yang adalah Jupri ,masuk ke sebuah toko mainan.
Ia menemui pemiliknya yang hanya seorang diri menjaga tokonya
Ia menemui pemiliknya yang hanya seorang diri menjaga tokonya
"Boss,selamat siang..laris jualannya?" tanya Jupri seperti sudah kenal lama.
Pemilik toko hanya mengangguk dan ia meneruska kegiatannya menghitung hitung di kalkulator seraya memindahkan angka kesebuah buku.
Jukri melongok kearah buku itu dan ia mengeluarkan isi tasnya.
" Boss, formula ini dapat menumbuhkan cambang hanya enam hari.." kata Jupri menawarkan sesuatu.
Pemilik toko melirik bubuk yang dibungkus plastik satu killoan
Ia agak acuh tak acuh dan kembali sibuk.
Ia agak acuh tak acuh dan kembali sibuk.
" Boss..murah koq.tapi ampuh..cobalah beli..
" Jupri tak putus asa merayu...
" Jupri tak putus asa merayu...
"Berapa harganya? Apa harus satu kilo belinya?"
Pemilik toko itu tiba tiba tertarik menyentuh benda di plastik itu..
Pemilik toko itu tiba tiba tertarik menyentuh benda di plastik itu..
Aneh,tadinya tidak seperti itu,tadi setelah ia mendengar Jupri bernyanyi lagu dhangdhut Terajana,tiba tiba saja ia seperti melihat keranda mayat diusung empat orang melintas didepan tokonya tanpa pengiring.Ia menjadi amat perhatian kepada pengunjungnya.
"Buka saja boss,jangan sungkan sungkan" Jupri menyarankan.
Aneh juga..tiba tiba pemilik toko itu menurut..
Hanya saja,saat ia membuka bungkusan itu,tiga orang berpakaian polisi menyerbu masuk dan satu diantaranya mencengkeram krah leher Jupri sambil menodongkam pistol kearah jidat.
Hanya saja,saat ia membuka bungkusan itu,tiga orang berpakaian polisi menyerbu masuk dan satu diantaranya mencengkeram krah leher Jupri sambil menodongkam pistol kearah jidat.
" Lama saya buntuti kamu,ternyata kepergok transaksi disini ..!!" bentaknya dan Jupri seperti sangat ketakutan
Jupri terlihat memberontak dan si penodongnya membentak
" Mau lari kemana kamu?!!" Dan sepertinya ia menambah kuat cengkeramannya
Sementara yang lain mencengkeram pemilik toko.Tentu saja ia protes
" Hei tuan...apa salah saya?!" katanya setengah menjerit..
" Anda terbukti melakukan transaksi narkoba,lihat baik baik apa yang tuan punyá?" jawab yang mencengkeramnya
" Sumpaaaah..ini bukan milik sayaaa!! " dia mulai histeris...
" Tapi memang....kalau barang belum dibayar ,tentu belum milik,di sini anda niat membayar kan?!" hardik orang itu
" Untuk jelasnya,kita bawa kantor saja..ayo!!" kata yang mencengkeram Jupri...
Pemilik toko itu sangat panik bercampur geram,maka reaksiya konyol
"Pak. tolong pak...jangan kesana sana.. saya nego pak.." kata pemilik toko itu seraya mengeluarkan uang tunai dari lacinya..
" Anda mau menyuap petugas?!" ia di hardik..
' Ooh ..tidak pak,tapi....."
Akhirnya orang orang memuakkan itu keluar belagak menyeret Jupri kedalam mobil seraya mengantongi uang duapuluh juta dari pemilik toko.
Dan ketika mobil meluncur diatas aspal,penumpangnya berbahak bahak melepas kumis dan rambut palsu serta kacamata dan topi seraya menang nimang uang.
Akal akalan Jupri dan teman temannya mempan meraup uang korban
Akal akalan Jupri dan teman temannya mempan meraup uang korban
Beberapa saat mobil itu menepi di warung nasi bibi Shinta
Sebenarnya mereka ingin keluar kota untuk berembug hasil,tapi ketika lewat di jalan itu Jupri melihat spanduk iklan lomba merpati,maka ia tertarik dan meminta kawan kawannya singgah.
" Asalamualaikum, mbakyu,masih ada makanan?" tanya Jupri dengan pembawaan halus seperti biasanya untuk membentuk opini baik dari orang lain
" Kebetulan,baru mateng makanan untuk jualan malam, duduk dulu" jawab bibi Shinta
Seperti biasa,Jupri memilih kursi di pojok berdekatan dengan jendela.
Teman temannya mencari tempat duduk agak tengah.
Sesaat terdengar dendang Jupri ,lagunya dhang dhut Terajana..
Aneh tiba tiba suasana jadi magis
Aneh tiba tiba suasana jadi magis
Bibi Shinta ingat pesan Shinta agar ia meninggalkan warung jika orang itu datang,maka iapun tergopoh berpamitan
" Maaf,saya tingal beli saus sebentaran.." katanya seraya pura pura membawa botol saus untuk ditukar isi " kara bibi Shinta berdalih.Jupri mempersilahkan.
" Sini..sini kumpuuuul,masa iya sih..mau musyawah pisah pisah..." kata Jupri memanggil yang lain..
Mereja masing masing menyeret kursi dan mendejat,setelah itu Jupri terdengar bicara pelan
" Hari ini kita dapat duapuluh juta,sejak minggu lalu kita beroperasi di berbagai tempat ,sudag terkumpul dua ratus juta kurang duaratus ribu.....
Artinya,kita masih perlu limaratus juta.." Jupri memberi penjelasan aktual pada temannya,tanpa menyadari dua kamera audio video merekam seluruh percakapannya.
Artinya,kita masih perlu limaratus juta.." Jupri memberi penjelasan aktual pada temannya,tanpa menyadari dua kamera audio video merekam seluruh percakapannya.
Shinta yang memimpin pemburuan,memberi perintah kepada rekannya yang sudag dian diam mengepung untuk tidak menangkap sekarang.
Lalu Jupri berdiri memandang keluar jendela.....
" Kolonel Martin,memerlukan sewa gedung calon markas gerakan kita lebih kurang tuhuhrarus ratus juta..termasuk untuk pembelian mobil dan perangjat lunak.
Ada yang sudah punya ide untuk perolehannya?"
tanya Jupri setelah menyampaikan masalahnya..
" Kolonel Martin,memerlukan sewa gedung calon markas gerakan kita lebih kurang tuhuhrarus ratus juta..termasuk untuk pembelian mobil dan perangjat lunak.
Ada yang sudah punya ide untuk perolehannya?"
tanya Jupri setelah menyampaikan masalahnya..
Semuanya diam dan pandangab Jupri membentur ke sebuah tv,iapun berbahak
"Teman teman,terhadap keampuhanku kalian jangan meragukan..
Lihat...
Lihat baik baik televisi ini..
Aku mencongjel atap kantor malam malam,kucuri benda itu dan lainnya di waktu berlainan.......
Ha ha ha..masih belum dikasuskan..
Bahkan barang curian itu kujual kesini...tidak juga ada laporan dan penyelidukan polisi..
Percaya kan?
Nah..beri aku gagasan..pasti kita bisa kerjakan dan amaaan.." Jupri meyakinkan teman temannya...
Lihat...
Lihat baik baik televisi ini..
Aku mencongjel atap kantor malam malam,kucuri benda itu dan lainnya di waktu berlainan.......
Ha ha ha..masih belum dikasuskan..
Bahkan barang curian itu kujual kesini...tidak juga ada laporan dan penyelidukan polisi..
Percaya kan?
Nah..beri aku gagasan..pasti kita bisa kerjakan dan amaaan.." Jupri meyakinkan teman temannya...
" Percaya..tapi orang orang disini harus cepat diselesaikan. Supaya tidak jadi ancaman " Jikun usul.
" Bereeees ..tiga hari lagi,kalau sekarang ..sulit alibinya.." Jawab Jupri
Sementara Shinta tetap ingin menunda penangkapan sampai keseluruhan jaringan kejahatan kolosal itu ditemukan seluruhnya
Maka bibinya di perintahkan pulang melayani seperti tidak tahu apa apa..
" Maaf kelamaan." kata bibi Shinta ketika masuk warungnya..
Jupri tersenyum mengangguk angguk seperti tuan besar menghadapi jongosnya..
Blibi Shinta membawakan hidangan malam yang sederhana,hanya tongkol goreng dan sayuran ongseng.
Tapi mereka nakan sangat menikmati
Tapi mereka nakan sangat menikmati
: Boss..eegh..glk !saya ada ide....." kara Jikun yang masih mengunyah nasi dimulut..
" Telan dulu..." kata Jupri savar sekali aktingnya...
Sementara teman satunya mengisyaratkan agar bicaranya tidak keras..
" Kita targetkan anggauta DPR pusat saja..tapi tentunya jangan kita sendiri turun tangan...
Orang orang kolonel Martin lebih banyak variasi aksinya..." Jikun berkata sangat yakun keberhasilannya...
Orang orang kolonel Martin lebih banyak variasi aksinya..." Jikun berkata sangat yakun keberhasilannya...
" Ternyata kamu punya otak..baiklah.aku sampaikan dan aksi kita harus merubah permainan.." Jupri menutup perbincangan dan mereka dibiarkan aman meninggalkan temoat itu.Hanya dua anggauta Shinta membuntuti dan kemudian bergiliran jaga mengawasi duapuluh empat jam.
Sesosok pria bertubuh sedang diapun mengenakan kopiah haji dan berjas warna terang,sedang memimpin sebuah rapat khusus.
Seluruh ruang itu bercaya remang sehingga sulit ada kamera mampu merekam wajah wajah yang berada di ruang itu.
Shinta berada di samping kanannya,sementara beberapa orang berbusana dinas berhadapan tempat duduknya yakni sofa biasa .
" Saudara ..saya sangat percaya bahwa umat manusia akan memiliki kenyamanan dan kedamaian yang prima,sebab pimpinan anda bersedia membentuk tim kinerja gabungan FBI dan kepolsian dan militer negeri ini..
Anda selalu merespon dengan bijak dan serius hal yang berkembang sebagai ancaman...Penghargaan untuk anda sekalian setinggi tingginya.." pria itu mengawali pembahasannya
Anda selalu merespon dengan bijak dan serius hal yang berkembang sebagai ancaman...Penghargaan untuk anda sekalian setinggi tingginya.." pria itu mengawali pembahasannya
Semua tertunduk merasa dipuji dengan tulus oleh petingginya.
" Tapi kesiagaan total dan evaluasi kinerja perlu ditingkatkan seribu persen,sebab ancaman bahaya sudah dipuncak arogansinya." ia menambahkan.
" Apakah ada diantara anda yang memiliki catatan aktual tentang target kita?" ia bertanya...
Shinta mengangkat tangan dan memaparkan perkembangan akhir dari aktifis targetnya.
" Hal kolonel Martin,tidak perlu di cemaskan berlebihan,sebab misinya sudah jelas,yakni membuat basecamp pergerakan..Tapi hal improvisasi kejahatan pengikutnya harus dibahas rinci saat ini.." kata pria itu dan ia menyalakan openhead dan menyambungkan dengan laptopnya.
Tiba tiba dilayar muncul gambar sapi sapi perah susu dan beberapa pekerja sedang memberikan rumput dan air.
" Sapi perah ini akan menghasilkan susu yang baik jika makanannya disediakan tepat waktu.
Jadi kita harus menjamu kolonel Martin dengan menunya.
Jika ia memilliki perbekalan,maka akan menjabarkan konsep aksi yang menuntun kita kepada masing 2 pegiatnya
Jadi kita harus menjamu kolonel Martin dengan menunya.
Jika ia memilliki perbekalan,maka akan menjabarkan konsep aksi yang menuntun kita kepada masing 2 pegiatnya
Dan lagi....
Anda tahu pria itu membentuk lasykar militan dan membuat kepangkatan internal yang mirip bahkan sama dengan militer dunia
Jadi pangkat kolonelnya ,bukan untuk dikaitkan dengan kita
Anda tahu pria itu membentuk lasykar militan dan membuat kepangkatan internal yang mirip bahkan sama dengan militer dunia
Jadi pangkat kolonelnya ,bukan untuk dikaitkan dengan kita
Nantinya akan dapat kita gunakan strukturalnya " kata pria itu meyakinkan
Shinta dan lainnya memahami arah pengarahannya saat itu
" Jadi,secara sederhana saya menjelaskan bahwa kita akan sediakan uang umpan untuk dirampok.
Kita umpankan tokoh untuk dibuli dan diperas.
Kita susupkan orang kita untuk memandu mereka ke liang perangkapnya
Terakhir..kita gantikan posisi tugas lawan lawan kita dengan anggauta kita untuk menyimpangkan misi mereka" penuturan pimpinan operasional itu
Kita umpankan tokoh untuk dibuli dan diperas.
Kita susupkan orang kita untuk memandu mereka ke liang perangkapnya
Terakhir..kita gantikan posisi tugas lawan lawan kita dengan anggauta kita untuk menyimpangkan misi mereka" penuturan pimpinan operasional itu
Selain Shinta,mereka angkat bahu tanda belum menemukan cara.
" Shinta lebih tahu caranya..." kata pria itu menyambung.
"Tapi bagaimana mengatasi improvisasi kejahatan mereka?" tanya Shinta
" Hal itu saya sendiri yang akan berimprovisasi" jawabnya
" Shinta dan lainnya saat ini tetap berjaga mengawasi tiap gerak mereka yang sudah kita kenali.
Sementara aku dan beberapa teman,mendekati mereka melalui lomba merpati dan sabung ayam.
Yang lainnya menyediakan properti sarana yang dibutuhkan,siap?"
Sementara aku dan beberapa teman,mendekati mereka melalui lomba merpati dan sabung ayam.
Yang lainnya menyediakan properti sarana yang dibutuhkan,siap?"
Saat kata akhir di ucapkan petinggi dinas rahasia itu,semua hormat serempak dan membubarkan diri.
Hingga suatu pagi.....
" Pak,tiga penyewa mobil membawa kendaraannya ke selatan kota,mohon arahan" seorang anggauta Shinta melapior
" Pak,tiga penyewa mobil membawa kendaraannya ke selatan kota,mohon arahan" seorang anggauta Shinta melapior
" Ok,awasi kostumnya...Mereka pakai kostum apa saja,kami bisa baca targetnya" jawav yang menerima telphon
" Tunggu sebentar pak..oh..mereka menggunakan pakaian dinas kota.." jawabnya
" Baik..saya akan menganalisa sebentar..." pimpinan operasi itu mengatakan sitluasinya
" Sony,kamu parkir mobil kamu di jalan sepi yang gedungnya luas.." perintahnya
"Siap ,laksanakan.." jawab mr Sony dan ia mengganri pakaiannya dengan seragam dinas kota.
Sesaat ia memarkir kendaraannya di depan gedung dealer mobil dan ia masuk gedung itu sesuai arahan pimpinannya.
Sesaat ia memarkir kendaraannya di depan gedung dealer mobil dan ia masuk gedung itu sesuai arahan pimpinannya.
Setengah jam kemudian;Jupri yang mengenakan pakaian dinas,memarkir mobilnya dan ia keluar hanya di pinggir gerbang dealer itu.
Tak lama ia membuka pintu mobil yang dikira ditinggal pemiliknya.Maka iapun melarikannya,sepuluh menit kemudian mobil sewaanya meninggalkan jalan depan dealer itu
Mereka mengira misinya sukses
Tak lama ia membuka pintu mobil yang dikira ditinggal pemiliknya.Maka iapun melarikannya,sepuluh menit kemudian mobil sewaanya meninggalkan jalan depan dealer itu
Mereka mengira misinya sukses
Ya ..modus operandi mereka mencuri kendaraan roda empat dengan mengenakan pakaian yang sama dengan korbannya.
Supaya sewaktu mendekati calon mobil korbannya,tidak dicurigai saksi atau juru parkir..ach. ada ada saja akal .mereka..
Supaya sewaktu mendekati calon mobil korbannya,tidak dicurigai saksi atau juru parkir..ach. ada ada saja akal .mereka..
Shinta menerima laporan laporan anggautanya yang telah membuntuti pelaku .
" Kemana sekarang mereka?" tanya Shinta melalui hp
" Kelokasi yang berdekatan dengan discotiq mewah bu.." jawab anggautanya.
" Jika mereka masuk bangunan tua,segera kirim anggauta untuk menyamar pelacur,pasti mereka akan menggadai untuk judi" pesan Shinta
Tepat dugaan Shinta,mereka memarkir mobil curian itu di garasi belakang yang tersembunyi dan...woouw! puluhan mobil menghuni dua lantai dan semuanya dalam status digadai
Ternyata Jupri sudah menghubungi boss gedung tua itu untuk menggadai mobil curiannya dan siap untuk berjudi di bagian lain dari gedung itu.
" Hanya ini yang bisa kita peroleh dari pekerjaan penuh resiko" kata Jupri pada rekannya
" Ya..kita juga tahu bahwa syarat gadai : Uang Harus Dijudikan,...
Tapi daripada nggak ada harapan sama sekali, mending gitu.." jawab Jikun yang ikut dalam kejahatan itu..
Tapi daripada nggak ada harapan sama sekali, mending gitu.." jawab Jikun yang ikut dalam kejahatan itu..
" Siapa tahu,keberuntungan kita lebih pol lagi di meja judi.." kata Juupri semangat..
Tiba tiba dua wanita cantik mendekat dan terus mengulurkan tangan ingin berjabatan.
" Mas,saya Inge..boleh kenalan?" tanya wanita itu
Jupri yang mengira mereka pelacur,acuh tak acuh dan sama sekali tidak menanggapi.
Ia bersama temannya terus berjalan menuju ruang perjudian
Ia bersama temannya terus berjalan menuju ruang perjudian
" Mas mau judi? ,sudah gadaikan mobil ya.? Mas jual saja pada aku mobil itu, perlu untuk bisnis..berapa?" tanya wanita itu.
" Heh..kamu baru aku lihat disini...saudara boss atau bagaimana?" tanya Jupri yang keheranan melihat wanita cantik di tempat ini,meski ia tidak heran jika orang belum kenal bisa akrab..
" Aku? ya sama seperti kamu laaah...alap alap..Hanya saja,aku bisnis sampingannya ada.." jawab wanita itu seraya mempermainkan lidah..
" Ha..ha..ha..boleh...mau kamu bayar berapa?" tanya Jupri serius
Wanita itu memberi isyarat tiga jari
" Tiga puluh juta!? woouw!!" Jupri dan temannya serempak seruannya.Wanita itu mengangguk dan mrngeluarkan uangnya seraya meminta kunci mobil.
Jupri bergegas memberikannya..
Mereka beriringan meninggalkan gedung itu..
Jupri bergegas memberikannya..
Mereka beriringan meninggalkan gedung itu..
Beberapa jan setelah transaksi......
" Kang Jupri,tumben agak sore pulangnya.." tanya Kadir tetangganya yang alim.
" Ya;tadi habis jualab terus ngaji.." jawab Jupri asal bunyi..
" Tadi ada yang cari merpati...katanya leoas kesini .." kata Kadir lagi..
" Kasihan orang itu,merpati kan mahal..Memang biasanya ada yang suka terbang ke sini lantaran banyak yang melepas betina.." jawab Jupri sok perhatian
" Tapi dia punya bagus bagus lho mas..dikandang yang di bawanya,ada yang mirip rajawali..he..he..he.." kata Kadir..
.
Jupri kegirangan,ia sedang butuh untuk lomba
" Kalau besok masih kesini,beri nomer hp saya ,mas.." kata Jupri optimis.
Kadir berlalu seraya mengacungkan ibu jari..
.
Jupri kegirangan,ia sedang butuh untuk lomba
" Kalau besok masih kesini,beri nomer hp saya ,mas.." kata Jupri optimis.
Kadir berlalu seraya mengacungkan ibu jari..
Esok paginya..
Jikun menemui sesorang yang membawa kandang merpati berisi beberapa ekor.
Ia mengantar kepada Jupri dan beberapa saat kemudian mereka akrab.
Tapi saat mereka berbincang biasa,ringtone hp orang itu berbunyi dan nada yang terdengar adalah dhang dhut Terajana.
Orang itu turut berdendang sedikit.
Jupri agak terguncang batinnya
Tiba tiba ia melihat bayangan keranda mayat..tapi ia cepat melupakan
Jikun menemui sesorang yang membawa kandang merpati berisi beberapa ekor.
Ia mengantar kepada Jupri dan beberapa saat kemudian mereka akrab.
Tapi saat mereka berbincang biasa,ringtone hp orang itu berbunyi dan nada yang terdengar adalah dhang dhut Terajana.
Orang itu turut berdendang sedikit.
Jupri agak terguncang batinnya
Tiba tiba ia melihat bayangan keranda mayat..tapi ia cepat melupakan
Sambil memandikan merpati barunya Jupri belagak berceramah.
" Orang yang dikenal akhirat,adalah yang mau melakukan pekerjaan akhirat..." kataunya meyakinkan bahwa dia ahli ibadah....
" Dalam hal ini terutana sholat....
Saya memelihara merpati ,ayam aduan..hanya menjaga agar tidak di sabung atau judi.." katanya lagi.
" Mas Jupri,apa ada yang sabung ayam disini? saya suka lho..tapi kalau dilarang mas Jupri,saya nggak berani .." kata orang itu..
" Dalam hal ini terutana sholat....
Saya memelihara merpati ,ayam aduan..hanya menjaga agar tidak di sabung atau judi.." katanya lagi.
" Mas Jupri,apa ada yang sabung ayam disini? saya suka lho..tapi kalau dilarang mas Jupri,saya nggak berani .." kata orang itu..
" Ya silahkan..anda yang suka kiq ..minum iya?
main cewe iya? ha..ha.. saya nanya becanda ."
main cewe iya? ha..ha.. saya nanya becanda ."
"Terus terang iya,mas..hanya nggak banget banget..duitnya cekak " jawabnya .Jupri manggut manggut dan tiba tiba ia masuk dan keluar lagi membawa uang tigaratus ribu
" Ini buat kamu minum agak banget banget.." kata Jupri
" Bener nih?..mas Jupri minum sedikit ya?" orang itu belagak kegirangan dan keluar rumah Beberapa menit..akhirnya kembali dengan tiga botol anggur..
Mereka berpesta kecil.Jupri terperangkap hipnotisnya sendiri yang di gunakan orang lain
Mereka berpesta kecil.Jupri terperangkap hipnotisnya sendiri yang di gunakan orang lain
Tiba tiba Jikun masuk keruang itu dan berbisik dengan Jupri.
Mereka agak berdebat tapi Jikun mengalah...
Mereka agak berdebat tapi Jikun mengalah...
" Brooo..buat nambah pengalaman kamu..besok ikut kami..minum lagi,tapi beda suasana..." kata Jupri setengah mabuk..
" Ayo..aku ngikut saja , ..abang kan lebih senior
.he..he..he.."
Tak berapa lama mereka
berpisah.
.he..he..he.."
Tak berapa lama mereka
berpisah.
Esok paginya,ternyata Jupri ada janji temu dengan pelancong Korea,ia seorang pemasok senjata.
Saar pembicaraan mereka,tak luput dari penyadapan tim Shinta.
Saat itu dua buah pistol terbeli Jupri.
Saat itu dua buah pistol terbeli Jupri.
Dan disangkanya teman barunya sudah bersedia bekerja sama untuk mendapat uang mabuk.
Padahal ia anggauta Shinta
Padahal ia anggauta Shinta
" Ya..kolonel..siap!:" sahut jupri ketika seseorang menelphone
" Ada apa mas?penting ya?" tanya orang itu
" Ya..saya harus mengirim pistol ini via paket...mudah mudahan petugasnya bisa dikibuli seperti biasa..^ jawabnya..
Ia menyuruh teman barunya membungkus dengan speaker aktif yang dicabut speakernya.
Ia menyuruh teman barunya membungkus dengan speaker aktif yang dicabut speakernya.
Teman barunya menimang nimang
" Mas..wah..pistolnya bagus...apa saya akan dibelikan satu?" tanya teman baru Jupri..
" Mas..wah..pistolnya bagus...apa saya akan dibelikan satu?" tanya teman baru Jupri..
Jupri mengangguk dan menjelaskan hal hal aksinya .
Tapi ketika ada kesempatan,ia memberitahukan hal paket pistol Jupri kepada Shinta
Shinta memerintahkan anggautanya untuk menyamar karyawan paket..
Dan ketika alamat penerima sudah dikantongi,maka di lain daerah,anggautanya memburu keseluruhan pegiat separatis itu diam diam
Dan ketika alamat penerima sudah dikantongi,maka di lain daerah,anggautanya memburu keseluruhan pegiat separatis itu diam diam
Ketika seluruhnya di gulung,anak buah Shinta sudah menyaru anggauta separatis seluruhnya.
Sementara ,anggauta tim Shinta yang menyamar teman baru itu ,segera menunjukkan sasaran sasaran yang potensìial.
Jupri segera menyetujui,maka beberapa hari kemudian mereka berhasil menjalankan aksi yang hasilnya besar.
Dan empatpuluh senjata genggam berhasil dibeli serta mereka berhasil menyewa gedung untuk basecamp.
Dan empatpuluh senjata genggam berhasil dibeli serta mereka berhasil menyewa gedung untuk basecamp.
Tetapi Jupri dan Jikun serta kolonelnya tbelum menyadari bahwa sembilan puluh persen anggautanya adalah penyamaran dari anggauta tim Shinta.
" Kolonel,anggauta kita di luar Jawa sudah berhasil memprovokasi pejabat pejabat daerah,sehingga setiap perintah akan dilaksanakan ." Jupri melapor situasi pada kolonelnya
" Apakah untuk merenggut nyawa pendukung republik mereka bersedi?" tanya kolonel itu..
" Buktikan...!! " perintah kolonel itu
" Siaaaap!!" Jupri menjawab dan segera menulis perintah penyergapan kepala desa dan camat yang dianggap loyal republik.
Pesan Jupri di terima anggauta Shinta,maka dikirim foto dan video palsu , tentang pembunuhan..
Malam haru itu..
Lusa ,Jenderal Bob akan inspeksi kesiapan kita menggulingkan republik di pulau Jawa ini.." kata kolonel itu
Lusa ,Jenderal Bob akan inspeksi kesiapan kita menggulingkan republik di pulau Jawa ini.." kata kolonel itu
" Harus kita undang para calon investor dari pegiat narkoba dan menteri menteri komunis untuk menegosiasi biaya bantuan perang?" tanya Jupri.
Kolonel itu mengangguk
"Anggauta di seluruh negeri ini, undang sekaligus " kata kolinel itu lagi.
(berikutnya)
"Anggauta di seluruh negeri ini, undang sekaligus " kata kolinel itu lagi.
(berikutnya)
*
Ketika kolonel memerintahkan penyerangan kesebuah pendopo kabupaten,mereka malah dibekuk orang orang yang dianggap pengikutnya.
Ketika kolonel memerintahkan penyerangan kesebuah pendopo kabupaten,mereka malah dibekuk orang orang yang dianggap pengikutnya.
Seluruh tiam operasi gabungan itu merasa sudah cukup kiat umpanya..sebab di seluruh kota anggauta mereka telah tertangkap.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar